Puisi (1): Bulan
21/05/2010
Puisi ini telah dimuat sebelumnya di majalah sastra Horison, Maret 2007
Bulan
langit-langit malam
yang lengang
tak bosan dihinggapi hiasan
bulan yang riang kini tak lagi
cemerlang: suram
berlindungkan awan
malu memandang wajah sunyiku
yang senantiasa
menunggu
bulan,
maukah kau datang?
semangat yahh…salam kenal….
di tunggu kunjungan baliknya
terima kasih …